Indonesia Motor Show 2014

Jakarta, 22nd Indonesian International Motor Show (2014) Event Date September 18, 2014 to September 28, 2014 Passenger cars, light and heavy commercial vehicles, motorcycles Open to [...]

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 Januari 2014

Arthur Irawan Pemain TimNas Indonesia Bergabung ke Malaga


Pemain muda Indonesia, Arthur Irawan, bergabung dengan tim Malaga B di jeda transfer Januari ini. Sebelumnya, Arthur memperkuat tim Espanyol B yang bermain di Segunda B atau kompetisi level ketiga di Spanyol.

Kabar kepindahan itu disampaikan Arthur lewat situs pribadinya dengan menulis: "now, I play for Malaga FC’s reserves team and the first team is in my sights", atau dalam bahasa Indonesia berarti "sekarang saya bermain untuk tim cadangan Malaga FC dan selangkah lagi menuju tim utama."

Pria asal Surabaya, Jawa Timur, itu pun mengkonfirmasi dengan mengunggah foto bersama empat pemain Malaga di laman Facebook pribadinya. 

"With my new teammates," tulis Arthur yang mengenakan seragam latihan Malaga, Kamis, 23 Januari 2014. 

Tidak hanya itu, dia pun mengunggah foto dirinya tengah berada di markas Malaga, Stadion La Rosaleda. "Sangat senang berada di klub baru saya: Malaga FC." 

Namun, baik Arthur atau Malaga tidak memerinci lebih lanjut detail transfer tersebut, semisal durasi kontrak atau nilai transfer.

Arthur mulai bermain di Negeri Matador pada 2011 lalu ketika membela Espanyol B. Tapi dua musim bersama tim tetangga Barcelona itu, Arthur yang menyebut dirinya pernah berlatih di akademi Manchester United hanya bermain dalam 21 pertandingan dan mencetak dua gol.

Adapun bersama tim nasional Indonesia, Arthur sejauh ini baru mencatatkan satu penampilan, yaitu ketika melawan Timor Leste di persiapan Piala Federasi Sepak bola Asia Tenggara 2012 ketika timnas ditangani Nilmaizar. Setelah itu, meski timnas telah gonta-ganti pelatih, Arthur tidak lagi dilirik.


Sumber : Tempo

Kasus Suap Kepala Subdirektorat Ekspor Bea dan Cukai, Bos Bea dan Cukai pun Terseret


Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Heru Sulastyono, Kepala Subdirektorat Ekspor Bea dan Cukai, menyeret Direktur Jenderal Bea-Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono. Seorang pejabat Kementerian Keuangan mengetahui adanya laporan transaksi keuangan mencurigakan dari Heru ke Agung.
Menurut pejabat itu, ada pengiriman uang kepada bos Bea-Cukai itu sebanyak empat kali. “Datanya telak, meski jumlah transfer itu tidak besar,” katanya kepada Tempo, Rabu pekan lalu. Kiriman itu diterima Agung lewat transfer anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Central Asia yang dilakukan Heru. Menurut sumber Tempo, beberapa pengiriman dilakukan ketika Agung belum menjadi Direktur Jenderal Bea-Cukai.
Tiga ATM yang dipakai Heru menyebar uang ke Agung bukan menggunakan rekening pribadi miliknya. Heru menggunakan ATM BCA nomor 0072733xxx KCP Tanjung Priok atas nama Siti Rosida, nomor 5810327xxx atas nama Adi Sugiharto Taylor, dan nomor 007273xxxx atas nama Antawijaya. Dari ATM atas nama Siti Rosida, Heru diduga mengirim uang kepada Agung sebanyak dua kali, masing-masing Rp 25 juta dan Rp 20 juta.
Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini sampai ke tangan Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri. Menurut sumber tadi, Chatib langsung memanggil Agung untuk meminta klarifikasi data tersebut. DitemuiTempo Senin tiga pekan lalu, Chatib menolak menjelaskan pertemuan empat matanya dengan Agung Kuswandono. “Pembahasan internal pasti ada, tapi tidak perlu saya bicarakan di sini,” ujarnya.
Sebaliknya, Agung membantah kabar pernah dipanggil soal itu. Dia mengaku sering bertemu dengan sang menteri. “Sebagai anak buah, saya sering menghadap,” katanya.
Agung juga menyangkal pernah menerima kiriman uang dari Heru. “Tidak pernah ada, dan saya juga tidak pernah mendapat laporan (PPATK) itu.”

Wisata Indonesia Diminati di Austria


Stand pameran Indonesia di pameran internasional Ferien Messe, Wina, Austria ramai dikunjungi warga asing. 

Para calon wisatawan Austria memuji alam yang indah dan makanan lokal Indonesia. "Musim panas ini saya akan berlibur ke Jawa, Komodo, dan Flores," kata Brigitte Maresch, kepada Tempo di stand pameran Indonesia, Ahad, 19 Januari 2014. "Saya akan datang bersama keluarga saya."
Liburan ke Indonesia merupakan kedua kalinya bagi perempuan 41 tahun ini. Brigitte pernah berlibur ke Bali, Lombok, dan Toraja pada 2010. "Ketika itu saya tahu tentang Indonesia dari teman saya yang pernah ke sana," kata Brigitte.
Selain mengagumi alam Indonesia, Brigitte menyukai makanan dan budaya Indonesia. "Yang paling saya suka adalah nasi goreng dan sate," kata ibu satu anak ini. "Saya suka dengan orang Indonesia. Mereka ramah."
Budaya dan alam adalah tema utama yang dipamerkan stand Indonesia di Ferien Messe. Mengangkat isu ekoturisme, Kedutaan Besar Indonesia di Wina menonjolkan situs-situs wisata alam. Diantaranya Flores, Pulau Komodo, Bromo, Bunaken, Raja Ampat, dan lainnya. Warga asing yang mengunjungi stand Indonesia antusias mencari informasi tentang situs-situs wisata tersebut.
"Saya sangat ingin ke Pulau Komodo," kata Norbert Sidak yang berencana akan berlibur ke Indonesia Maret mendatang. Ia mengaku mengetahui Pulau Komodo dari temannya. "Saya sangat gembira. Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Indonesia," kata Norbert yang akan berlibur bersama teman-temannya selama dua minggu.
Para calon wisatawan rata-rata sudah mengetahui keindahan alam Indonesia, terutama dari cerita mereka yang sudah pernah ke sana. Salah satu kesaksian turis yang pernah ke Indonesia dituliskan di buku tamu stand pameran. "Jika ada surga di dunia, maka adanya di Indonesia," tulis seseorang yang bernama Willi.







Sumber : Tempo

Irfan Bachdim Resmi Gabung Klub Jepang


Setelah sempat simpang-siur soal klub yang akan diperkuat di kompetisi musim 2014, Irfan Bachdim akhirnya resmi berlabuh di klub Jepang, Venforet Kofu.

Kepastian tersebut ditulis J-League dalam laman Facebook resminya, Ahad, 26 Januari 2014. "Besok, dia akan diperkenalkan sebagai pemain baru Venforet Kofu," tulis J-League di akun tersebut.

"Adapun detail kontrak telah selesai. Pemain 25 tahun itu tinggal menjalani tes medis di klub bersangkutan."

Dengan resminya transfer ini, maka Irfan menjadi pemain Indonesia kedua yang berlaga di J-League. Pada 1988 lalu, Ricky Yacobi sempat dikontrak klub FC Matsushita yang merupakan cikal bakal Gamba Osaka, namun gagal bersinar.

Irfan Bachdim, yang pernah menuntut ilmu sepak bola di akademi FC Utrecht, dalam keterangannya di laman Facebook J-League pun mengaku bahagia dengan karir barunya ini. 

"Pertama-tama, tentu saya bahagia. Ini adalah tahapan baru dalam karir sepak bola saya," kata Irfan, yang di sempat dikabarkan akan bergabung ke Persiba Balikpapan untuk Liga Super Indonesia 2014.

"Ketika datang ke Asia, saya memang selalu bercita-cita untuk mencapai tahapan yang lebih tinggi. Sekarang saya telah mencapainya dan akan berusaha tampil sebanyak mungkin di sini, sebagai perwakilan Indonesia di Jepang."

Irfan juga berharap kehadirannya di J-League bisa menjadi pembuka jalan bagi pemain Indonesia lain. "Karena saya tahu sebenarnya sangat banyak pemain berkualitas di Indonesia," ujar Irfan. "Semoga saja kehadiran saya bisa memperkenalkan sepak bola Jepang kepada pesepak bola Indonesia." 

Kehadiran Irfan ini adalah tindak lanjut rencana ekspansi J-League ke pasar Asia Tenggara. Kompetisi yang disebut-sebut pernah "belajar" dari kompetisi Galatama Indonesia itu ingin memperluas bisnis ke Asia Tenggara.

Salah satunya cara yang ditempuh manajemen J-League adalah dengan mendatangkan pemain-pemain populer dari negara-negara Asia Tenggara, semisal Irfan Bachdim. Selain Irfan, pesepak bola populer Vietnam, Le Cong Vinh, pun pernah dikontrak klub Consodale Sapporo yang bermain di J-League 2, atau kompetisi lapis kedua Negeri Matahari Terbit. 

Begitu juga pemain muda Thailand, Chanatip Songkrasin, yang pernah ikut seleksi di Gamba Osaka, atau mantan pemain Persebaya 1927, Andik Vermansah, yang pernah mengikuti seleksi di Venforet Kofu. 

Sumber : Tempo

Yenny, Mantan Personel Trio Macan Hilang


Yenny Anggrainy, mantan personel Trio Macan, dikabarkan hilang sejak 25 Januari 2014 lalu. Menurut Eko, perwakilan pihak Yenny, Yenny terakhir dihubungi saat ingin menjenguk keluarganya yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Surabaya.

"Terakhir itu kabarnya dia nyetop taksi dari depan rumah (di Surabaya), enggak tahu juga naik taksi apa. Enggak tahu perjalanannya gimana, pokoknya terakhir dia bilangnya mau jenguk keluarga di rumah sakit," kata Eko, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, 27 Januari 2014.

Semenjak itu telepon seluler milik Yenny tidak aktif. Keluarga berinisiatif melacak keberadaan Yenny dengan mencari penerbangan dari Surabaya ke Jakarta. "Karena enggak ada kabar juga kita coba cek. "Kita cari tahu penerbangan penerbangan ke Jakarta. Ternyata ada atas nama Yenny di Citilink," ujar Eko.

Namun, setelah ditunggu-tunggu, Yenny tidak juga kembali ke rumahnya di bilangan Bumi Serpong Damai. Keluarga yang mendengar kabar ini pun merasa syok dan kaget. Keluarga masih kebingungan mencari tahu keberadaan Yenny. Tak ada yang bisa ditanyai karena saat itu Yenny bepergian seorang diri. Keluarga pun berencana melaporkan menghilangnya Yenny ke pihak berwajib.

Hari ini pihak keluarga akan mendatangi Polda Metro Jaya berharap adanya bantuan untuk menemukan Yenny. "Makanya ini kami mau lapor ke Polda. Barangkali dapat bantuan. Kita laporkan kehilangan kontak sejak tanggal 25 lalu atas nama Yenny Anggrainy," ujar Eko.

Sumber : Tempo

Tahun Politik Berbahaya



KONDISI berbahaya dalam kehidupan politik sering mengambil bentuk yang rumit dan halus.

Tidak selalu tentang kekuatan dominan yang mampu menyingkirkan oposisi. Bahaya itu bisa muncul dari keterlibatan masyarakat sipil. Kondisi Indonesia tahun 1960-an dikenal melalui film The Year of Living Dangerously. Di sana, simbol yang dihasilkan kekuatan politik dominan untuk menggalang kekuatan digunakan masyarakat sipil guna meneror masyarakat sipil lainnya. Namun, bahaya politik hampir selalu didorong apa yang terjadi di arena politik negara.

Tahun 2014 adalah the year of politicking dangerously untuk Indonesia yang juga melibatkan masyarakat sipil. Ia akan membuktikan apakah terjadi keadaan yang disebut ilmuwan politik Michael Johnston sebagai warga negara yang terpaksa tak demokra- tis. Kondisi ini lahir pada konteks negara dengan sistem politik formal demokratis, tetapi belum mampu menghadirkan mekanisme akuntabilitas para pejabat publik. 

Warga sipil yang mengambil sikap tak demokratis secara putus asa dan pragmatis memilih wakil rakyat atau pemimpin semata karena orang itu berasal dari daerahnya. Berdasarkan pertimbangan sosial mereka, wakil yang demikian setidaknya akan sedikit memberikan perhatian atau keuntungan. Pada dasarnya sudah terjadi ketidakpercayaan yang sangat luas pada sistem politik dan para politisi seperti di Indonesia sekarang. Semua partai hampir tak dapat dipercayai. Berdasarkan pandangan seperti itu, rakyat apatis menilai calon dengan berbagai kriteria yang seharusnya secara sehat dikembangkan.

Apatisme warga
Apatisme warga negara merupakan salah satu bentukan sis- tem politik demokratis formal, tetapi tanpa akuntabilitas. Berbeda dengan pandangan populer, demokrasi secara substansial bukan soal keterwakilan. Demokrasi yang demikian tidak menjamin perbaikan kesejahteraan yang luas. Proses perwakilan penuh problematik.

Bahkan, seandainya partai berusaha mewakili berbagai kepentingan, hal ini bergantung pada kemampuan partai/individu partai dan masyarakat tentang makna keterwakilan. Problemnya bukan menyuarakan kepentingan, melainkan menempatkan kepentingan dalam pertimbangan kepentingan yang beragam.

Bukan waktu yang menentukan kematangan demokrasi, tetapi bagaimana mekanisme membuat proses belajar tidak terdistorsi. Kemunculan fenomena rakyat yang terpaksa menjadi tak demokratis adalah salah satu akibat dari terjadinya distorsi dalam proses demokratisasi (ke arah yang lebih tinggi).

Demokratisasi secara berbeda di setiap negara memunculkan institusi dan organisasinya sendiri, formal atau informal. Antara institusi dan organisasi dengan yang muncul belakangan pasti ada berbagai ”jembatan”-nya. Sebagian dari jembatan itu berbahaya bagi demokratisasi.

Pertanyaan dasar bagi penulis tentang demokratisasi adalah apakah praktik yang berlangsung memperkuat atau memperlemah akuntabilitas dari setiap pemain yang menangani sumber daya publik? Jika tidak, akan terjadi penyimpangan sumber daya publik.

Penyimpangan ini dilakukan melalui hubungan dengan wilayah yang sebelumnya dianggap ilegal. Sebagai contoh, hubungan antara penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan yang anarkistis, hubungan antara pihak yang memeriksa dan pihak yang diperiksa, hubungan antara peradilan dan broker, pejabat publik dan perusahaan abal-abal, dan sebagainya.

Melalui hubungan-hubungan ini, sumber daya publik keluar dan digunakan tidak semestinya. Lebih berbahaya lagi adalah terjadi penguatan pengorganisasian di antara pihak yang berhubungan secara ilegal atau tidak absah. Nah, apakah mekanisme demokrasi yang ada, yang dijadikan patokan, dapat mengontrol wilayah-wilayah ini.

Proses pemilu, misalnya, sama sekali tidak mampu mengontrol pembalikan wilayah ilegal ini. Hubungan antara lembaga pemerintah dan parlemen yang digambarkan seimbang dalam sistem demokrasi justru memunculkan hubungan konspiratif. Para broker merupakan jembatan medium hubungan ilegal ini.

Kita boleh berdebat tentang apakah di antara calon presiden ada yang berpotensi membawa perbaikan atau tidak. Namun, persoalan dalam pemilu legislatif dapat menjadi batu besar perubahan Indonesia ke arah lebih baik. Sebagai contoh, institusi DPR periode 2009-2014 yang kinerjanya buruk sekali dan sebagian anggotanya terbukti ataupun diduga melakukan pengkhianatan publik, sekitar 90 persen anggotanya mencalonkan diri kembali.

Jembatan ilegal
Persoalan jembatan ilegal sudah tumbuh begitu banyak dalam sistem demokrasi Indonesia. Demokratisasi adalah proses penguatan negara bersamaan dengan penguatan masyarakat. Pemimpin mendatang, jika ingin melakukan perubahan, harus dapat mengembangkan mekanisme yang menjadi pendorong keterlibatan masyarakat sipil sebagai energi melawan politisi yang ingin mengambil keuntungan diri dan kelompok. Pengetahuan teknokratik tentang hubungan kerja sama institusi negara dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan. Penulis berpendapat ini bagian penting menilai para calon. 

Akuntabilitas DPR merupakan bagian sangat penting bagi perjalanan bangsa ke depan. Meski penulis sangat skeptis dengan para calon saat ini, siapa tahu ada partai yang membuat langkah besar sebagai komitmen memperbaiki institusi DPR. Penulis, dan (yakin) juga banyak rakyat Indonesia, ingin mendengar konsep mereka lapisan demi lapisan.

Meuthia Ganie-Rochman, Sosiolog Organisasi, Mengajar di Universitas Indonesia



Sumber : Kompas

Luna Ring Project, Pembangunan Pembangkit Listrik di Bulan Oleh Jepang


Kalau berbicaara tentang teknologi, Jepang memang tiada habisnya. Salah satu mega proyek yang sedang direncanakan oleh negeri Sakura ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun Bukan sembarang pembangkit yang akan dibangun. Melainkan PLTS yang akan dibangun di bulan. Project ini diberi nama Project Luna Ring. Wow mirip seperti di film Gundam X, film anime bikinan Jepang.

Energi Matahari merupakan energi anti polusi adalah sumber utama energi hijau yang membawa kesejahteraan bagi alam serta kehidupan kita. Shimizu Corporation salah satu perusahaan besar di Jepang mengusulkan Luna Ring untuk hidup berdampingan tak terbatas dari umat manusia dan Bumi. Perusahaan itu mengusulkan sebuah konsep di Bulan.


Salah satu yang menjadi alasan kuat perusahaan besar tersebut ingin mengerjakan megaproyek tersebut adalah sejak gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menghantam Jepang pada Maret 2011 lalu (yang akhirnya menjurus pada ditutupnya sejumlah pembangkit listrik nuklir), para ilmuwan di Jepang dan negara-negara lain terus berupaya mencari cara untuk membuat listrik. Dalam proposalnya, perusahaan swasta tersebut mengincar langit.


Beberapa tenaga Robot akan memainkan peran penting dalam pembangunan di permukaan Bulan. Mereka akan beroperasi 24 jam sehari dari Bumi. Robot akan melakukan berbagai tugas pada permukaan Bulan, termasuk meratakan tanah dan penggalian dari strata bawah keras. Mesin dan peralatan dari Bumi akan dirakit dalam ruang dan mendarat di permukaan Bulan untuk instalasi. Sebuah tim astronot juga akan mendukung operasi pembangunan PLTS ini di Bulan.


Sumber energi diterima dari sinar Matahari yang diserap melalui sabuk panel surya di Bulan. Kemudian energi panas Matahari yang diserap panel surya di salurkan melalui kabel daya listrik untuk ditransmisi ke bumi melalui antena transmisi daya. Dari antena yang berdiameter 20km akan mengirimkan listrik ke rectennas penerima yang ada dibumi melalui laser dan diterima di fasilitas penerima energi laser di bumi. Konsepnya serem ya?? , namun apakah proyek tersebut dapat terwujud?. Setidaknya dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun Megaproyek PLTS ini, dan pastinya mengeluarkan biaya yang sangat besar. Sistem ini akan mampu mengirim listrik sebesar 13 ribu terawatt ke bumi. Pembangunan proyeknya sendiri diwacanakan bisa dimulai tahun 2035.

Konfigurasi Sabuk Panel Surya di Sepanjang Ekuator Bulan

1. Lunar solar sel
Untuk memastikan generasi berkelanjutan kekuasaan, Panel sel surya akan memperpanjang seperti sabuk sepanjang ekuator 11.000 km dari luas Bulan keseluruhan. sabuk ini akan bertambah lebar dari beberapa kilometer untuk 400 km.

2. Kabel Daya Listrik
Kabel akan mentransfer tenaga listrik dari sel surya di Bulan untuk fasilitas transmisi.

3. Antena Transmisi Daya
Antena berdiameter 20km akan mengirimkan listrik ke rectennas penerima. Sebuah rambu petunjuk (rambu radio) yang dibawa dari Bumi akan digunakan untuk memastikan transmisi akurat.

4. Laser
Fasilitas transmisi daya energi tinggi-density laser akan dipancarkan ke fasilitas penerima. Sebuah rambu petunjuk (rambu radio) yang dibawa dari Bumi akan digunakan untuk memastikan transmisi akurat.

5. Rute Transportasi Sepanjang Ekuator Bulan
Bahan yang diperlukan untuk pembangunan dan pemeliharaan Sabuk Panel Surya akan diangkut sepanjang rute ini. kabel daya listrik akan dipasang di bawah rute transportasi.

6. Produksi Tanaman Sel Surya
Tanaman akan bergerak secara otomatis saat menghasilkan sel surya dari sumber daya Bulan dan menginstalnya.

Sumber : Forumviva